God is in Control

“Segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita pasti atas seijin Tuhan..!”

Sama kaya kejadian kemarin walau bukan dialami sama diri sendiri dan yang akhirnya mengubah rencana jalan-jalan ke puncak hari ini.. Berita terakhir kecelakaan bus di puncak yang menewaskan 8 orang plus bkin macet total marak diberitakan.. Bagi keluarga yang ditinggalkan kiranya Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan..

Hal ini juga membuktikan bahwa Tuhan turut bekerja dalam hal yang enak dan ga enak buat kita.. Batal ke puncak adalah hal yang ga enak awalnya buat saya, wong enak2 liburan panjang gini kok ga jalan2.. Tapi membayangkan kalo jadi ke puncak hari ini pasti bakalan cuma diem dalem mobil karena macet dan gak asik banget (plus tekor di bensin.. hehe..)

So.. kenapa masih ragu Tuhan gak ikut serta dalam hidup kita? Bahkan tiap ‘scene’ yang terjadi dalam hidup kita sudah Tuhan atur.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” – Roma 8:28

#keepfaithinYou #trustinYou #morebiggereachday #loveYouJesus #myspiritualjourney #300417

Advertisements

Ketika Angan Jadi Juragan

Ketika angan jadi juragan,
bentangkan pikiran ke masa depan,
rentangkan tangan dalam setiap kesempatan.

Abaikan hati yang masih sendiri,
meski seharusnya sudah bisa terisi.

Ketika angan jadi juragan,
ada perasaan yang tertahan,
yang katanya demi kebaikan.

Ah.. sudahlah..
sepertinya memang harus dilepaskan,
karena mungkin ia juga belum mampu bertahan,
untuk berjalan bersamaan menuju angan..
.

(Tiara, 2017)

Supir Kopaja

Selamat Pagiiiiiiii……. Hari ini adalah hari pertama di bulan Juni, pertengahan tahun 2016. Gak kerasa cepet banget yah hari demi hari berlalu.. Banyak yang sudah terlewati dengan disadari atau bahkan tanpa disadari. Banyak pekerjaan yang berlangsung dengan mulus namun juga ada yang harus dilewati dengan adanya masalah yang menyertai. Seperti yang gue alami belakangan ini dalam kerjaan, yang sempet bikin gue down dan pusing 7 keliling menghadapi salah satu makhluk di kantor gue itu. Beruntungnya gue disini punya bos-bos yang sangat mendukung dan tidak hanya memojokkan pribadi orang tersebut karena melakukan kesalahan. Well.. dengan adanya masalah itu gue kadang suka merasa ingin menghentikan semuanya namun rasanya gak mungkin juga untuk saat ini. Gue berdoa hari demi hari gue bisa lebih baik lagi kerja di tempat ini.

Well, postingan gue kali ini mau ceritain sesuatu yang baru saja terjadi dan hal ini jadi mencelikkan mata gue. Gue belajar dari supir kopaja hari ini. Jadi, ceritanya begini:

Seperti biasa gw berangkat ke kantor pasti naik kopaja 88 dari Kalideres sampe Slipi. Nah.. seperti biasa juga gw pasti bakalan tidur nyenyak di kopaja sampe tomang biasanya baru kebangun. Hari ini gw naik kopaja yang gak terlalu rame…emm..bahkah mungkin bisa dibilang emang sepi karena penumpangnya dari kaliederes tuh cuma 4 orang termasuk gue. Pas sampe di deket stasiun pesing..emm..deket hotel ibis budget itu tuh gw kebangun karena mendusin denger orang ngobrol gitu trus tau2 gue dikasih 4000 (itu ongkos naik kopaja) dari si kenek. Abangnya bilang gue turun aja pindah mobil lain dan mereka mau muter lagi ke kalideres karena sepi banget sewanya (sebutan lainnya untuk penumpang).

Well.. buat gue sih awalnya ya udah deh ga masalah toh juga ongkos gue dibalikin buat naik kopaja lainnya lagi. Nunggu sekitar 5 menitan ada kopaja lainnya mendekat dan gue naiklah. Kopaja itu juga gak terlalu rame, kosong sih cuma emang ga cuma 5 orang doang dalemnya, yaaa… beda 2-3 orang gt deh kayanya sama kopaja yang sebelumnya tapi kopaja ini tetep jalan. Setelah gue dan penumpang lain kopaja yang tadi naik, jalan di depan sedikit ada lagi penumpang baru yang naik. Emm.. kurang lebih sampe tomang nambah 7 orang penumpang lain di luar penumpang kopaja yang nurunin gue tadi.

Disitu gue seakan mendapat pencerahan, gue yang tadinya ngerasa cape banget dan malah mau nyerah ehh malah dapet pelajaran dari supir kopaja kalo kita ga boleh nyerah sama apa yang udah kita jalanin. Tugas kita cuma kerjain aja bagian kita, sisanya Tuhan yang ikut campur tangan. Istilah kerennya tuh:

JUST DO OUR BEST and GOD DO THE REST!

Supir kopaja yang puter balik lagi karena menyerah meneruskan perjalanan akhirnya tidak mendapatkan apa2, yang ada malah rugi bensin karena udah bawa sewa sampe stasiun pesing dan balikin ongkos penumpang2nya.
Emm… well satu hal lagi yang gue dapet pelajarannya lagi adalah:

Menyerah tidak akan menghasilkan apapun

So, terima kasih untuk bapak supir kopaja beserta keneknya buat pelajaran hari ini. Besok2 semoga bapak-bapak punya daya juang yang lebih tinggi lagi. 😁

(TellaTella 💙)

image

Jalan Kebenaran & Hidup (versi mandarin)

Ni Shi Cu, Ni Shi Wo De Tian Fu.
Mei Shan Tian Fu, Jang Goan Wo De Sheng Ming.

Wo Sheng Ming, Suo You You De Yi Chie.
Xian Ming Ni, Duei Wo Wei Da De Ai.

Ye Su Shi Dao Lu, Ni Shi Zhen Li He Sheng Ming.
Wei You Ni Shi Wo, Sheng Ming De Ciou Shu Cu.

Mei You Ren He Sheng, Neng Yu Wo De Cu Shiang Bi.
Ni Shi Wo Pei De, Jiao Ni Ah Ba Wo De Fu.

 

Kenapa gue posting nih lagu di blog? Karena biar gue iget kalo gue pernah nyanyiin lagu ini dan dengan bahasa yang jarang gue ucapkan. Hahahaha.. keren yah.. ^^

Paling hafal juga cuma barisan paling bawah doang.. Soalnya artinya paling mengena di hati.. “Kau layakanku memanggil-Mu Bapaku” Pribadi mana yang mau-maunya dan rela-relanya kasih ijin ke orang banyak untuk panggil Dia Bapa. Bapa yang selalu ada buat anak-anak-Nya apapun keadaan anak-anak-Nya.

Bangga banget bisa jadi anak Bapa di Surga.. ^^

Thanks Jesus for Your grace..

Pinocchio: Tidak Bisa Berbohong atau Mengatakan Kebenaran?

Lama gak nulis tiba-tiba kepengen nulis lagi. Mumpung lagi sempet dan berhari-hari ada di pikiran kenapa tidak jadinya kita menulis lagi. Hehe..

Setelah memasuki dunia perkuliahan lagi waktu pribadi otomatis jadi sangat berkurang. Drastis menurun. Kerjaannya kalo libur gak lain buat bikin tugas. Hixx.. Well, gue tetap bersyukur masih bisa menikmati bangku kuliah lagi. Ketemu teman-teman yang baik dan luar biasa. Tapi.. tulisan gue kali ini gak berhubungan sama kuliah S2 gue. Ini berhubungannya sama hobi gue yang lain, yaitu Nonton Dra-Kor (Drama Korea). nahlohh..  hahahaha….

Yup.. Belakangan emang jadi kecanduan nonton Drama Korea gara-gara sekarang itu udah gak perlu repot kudu beli dvd nya dulu baru bisa nonton atau belakangan nonton streaming dari laptop. Sekarang mah jaman udah lebih maju lagi, jadi segala sesuatu jadi sangat amat mudah. Cukup punya HP android udah bisa nonton Drama Korea (selama kita masih punya kuota atau di tempat yang ada wifi-nya yah.. hehe..).

Sampai saat ini gak tau udah berapa film yang udah gw tonton (mulai dari sebelum kuliah sampai sekarang.. cuma kalo sekarang yah udah gak bisa sesering dulu..) dan semua film itu biasanya gue cuma asal nonton aja menikmati alur cerita, ikutan meleleh liat romantisme cowo-cowo Korea, naksir sama pemain utamanya (khususnya Song Joong Ki-oppa dan yang main jadi Healer.. hehe..), nangis-nangis saat ada adegan yang menyayat hati. Tapi belakangan setelah nonton dua film terakhir ini (yang satu masih on process nonton sih) kok ya bisa kepikiran buat nge-share something yang gue dapet dari film itu.

Salah satu film tersebut adalah film yang judulnya “Pinocchio”, sebuah film yang diperankan oleh Park Shin Hye dan Lee Jong Suk, bercerita tentang seorang gadis yang hidup dengan Pinocchio Syndrome. Apa itu Pinocchio Syndrome? Di film itu diceritakan tentang seseorang yang akan cegukan setiap kali berbohong, cegukan yang akan muncul walau hanya dengan berbohong lewat peswan teks atau telepon. Nah cegukan itu akan terus berlanjut hingga dia menyatakan kebenarannya. Namun tentu saja sindrom ini hanyalah fiktif belaka. Sindrom pinokio yang sebenarnya sih kalo dari internet juga ditujukan untuk orang yang mengalami gelotophobia, yaitu salah satu social phobia dengan keadaan seseorang yang takut untuk ditertawakan ataupun mendengar suara tertawa. Badan akan menjadi kaku seperti boneka kayu, itulah kenapa jadinya dinamakan sindrom pinokio.

Well.. kita tidak bahas itu lama-lama lagi. Gue disini mau share tentang masalah yang seperti yang ada di judul post gue ini, yaitu “Tidak Bisa Berbohong atau Mengatakan Kebenaran?” Bukannya sama aja ya? Buat gue ini gak sama. “Tidak Bisa Berbohong” adalah keadaan saat seseorang mengetahui sesuatu hal namun saat dituntut oleh lingkungannya akan mengatakannya juga. Sedangkan “Mengatakan Kebenaran” adalah murni pilihan orang tersebut untuk berkata-kata atau tidak. Ada beda motivasi disini, satu motivasi intrinsik (dari dalam diri) dan satunya adalah motivasi ekstrinsik (dari luar diri). Berkaitan juga dengan keberanian kalo kita bahas motivasi.

Tidak ada yang benar ataupun salah dalam hal ini, yang pasti keberanian untuk mengatakan sesuatu, terutama untuk sesuatu yang benar, yang perlu digarisbawahi. Kepikiran aja kalo setiap orang yang ada di negara ini berani mengatakan hal-hal yang benar pasti akan menjadi lebih kondusif keadaannya. Dalam Alkitab kita diwajibkan untuk mengatakan dengan tegas apakah sesuatu hal itu salah atau benar?

Dalam Matius 5:37 dikatakan bahwa: “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” Permasalahan tidak ingin mengatakan yang benar juga termasuk berasal dari si jahat. Memang manusia memiliki pilihan namun jika kebenaran itu memang perlu diungkapkan hendaklah diungkapkan dengan segera.

Penyakit masyarakat saat ini kan gitu, tau hal yang benar namun memilih untuk bersikap acuh atau cuek dengan keadaan sekitar. Manusia modern jaman sekarang memilih untuk menjadi individualis. Saat yang lain salah, hal pertama yang dilakukan adalah ikutan menuding atau malah bahkan mentertawakannya dulu. Padahal bisa saja yang membuat orang itu salah adalah kita yang tidak mau mengatakan yang benar kepada diamakanya dia jadi salah.

Jaman maju mbok ya diiringi dengan majunya akhlak yang baik dan kepekaan sosial yang semakin tinggi. Juga keberanian yang timbul dari dalam diri masing-masing orang. Gue berdoa masih banyak orang-orang yang bisa berani mengatakan kebenaran ke depannya. Dan yang lebih pasti lagi adalah agar orang juga jadi lebih mau mendengar.

Ciaoo….

Belajar Melewatkan Kesempatan

Kesempatan biasanya pasti berkonotasi dengan suatu keadaan positif atau suatu keadaan yang lebih baik. Sekarang siapa yang gak mau dapet sesuatu yang lebih baik? Dengan kata lain siapa yang rela melewatkan sebuah kesempatan. Beberapa hari ini saya sedang bergumul tentang suatu hal. Sebuah kesempatan dimana saya memang membutuhkan hal tersebut akan tetapi ada hal lain yang masih menjadi bahan pertimbangan saya, khususnya berhubungan dengan masalah saldo tabungan. Hehehe….

Sambil saya berpikir-pikir apakah saya akan tetap mengambil kesempatan tersebut, sebuah renungan di kantor mengatakan tentang “melepaskan kesempatan”. Kurang lebih yang saya ingat mengenai alasan melewatkan kesempatan tersebut ada beberapa hal, seperti:

  1. Jika tangan sudah “penuh”,
  2. Jika jauh dari kebenaran,
  3. dll, ada dua poin lagi tapi saya lupa apa.

Terkadang Tuhan menjawab bukan hanya dari Firman-Nya secara langsung namun bisa dari mana saja.

HAPPY NEW YEAR 2016

HAAAPPPPYYY NEEEWWWWW YEEEAAARRRRR……..2016 !!

*tooeeettttt….* (ceritanya terompet gitu.. hehe)

YUP! Hari ini adalah hari pertama di tahun kabisat 2016, 366 hari ke depan. Well…. hari ini I’m soo excited.. Gw seneng banget masih diijinkan untuk tinggal di bumi ini memasuki tahun 2016, bersama dengan keluarga dan teman-teman terbaik gw pastinya. Gw sangat-sangat bersyukur sebab tahun ini bagian hidup gw akan bertambah. Gw akan kembali ke KAMPUS lebih tepatnya, jadi anak kuliahan lagiii… Hihihihi… kembali menjadi belia! ehh.. kan emang masih belia yah, orang umur gw aja masi di bawah 100 tahun.. Ya belia lah.. Hehe..

Hal yang paling gw syukuri adalah gw gak pernah membayangkan bahwa gw bakalan bisa kuliah lagi, apalagi bisa kuliahnya di tahun ini, dengan proses yang sangat singkat. Gw berencana untuk beli mobil tahun ini tapi ternyata Tuhan ijinkan lain. Kuliah S2 adalah impian gw sejak 5 tahun lalu, tepatnya saat gw memakai toga kebesaran S1. Gw berharap gw bisa langsung kuliah S2 bareng temen-temen kampus gw tapi apa daya ekonomi eluarga gw tidak sebaik saat ini. Impian gw adalah menjadi seorang Psikolog. Psikolog yang berguna dan menjadi berkat bagi banyak orang. Doa gw setelah lima tahun (yang walaupun gak gw doain setiap waktu tapi keinginan itu selalu ada di hati) akhirnya dijawab Tuhan. Dia Allah yang gak pernah melupakan anak-Nya dan Dia Allah yang tahu apa yang terbaik bagi anak-Nya.

Kalo boleh dibilang skenarionya Tuhan supaya biin gw kuliah S2 lagi tuh cantiiikkkkkk…..banget… Mainnya halus. Gak disangka tapi langsung *triinngg* … JADI. You are amazing, God. Luph You.. Skenarionya pun pemain utamanya disana langsung Tuhan Yesus sendiri yang pegang kendali. Gw serasa bagaikan putri yang dibela sama pangeran. Ouuhh…. So sweet kan.. Siapa yang ga klepek-klepek coba.

Gw gak pake susah-susah buat ngajuin proposal kemana-mana. Gw cuma mengutarakan keinginan secara tidak langsung lewat obrolan malah saat itu..ehhh… Tuhan yang langsung bukain jalan LEBAAAARRRR…..banget. Bahkan sampai ujian pun Tuhan yang pimpin langsung. Terima kasih Tuhan. Gak ada yang bisa menggambarkan perasaan bersyukur gw saat ini.

Well… Gw tetap punya resolusi lain untuk tahun ini. Tahun baru kan biasanya emang identik dengan resolusi yah. Hehe.. Resolusi gw gak muluk-muluk dan gw mau resolusi gw tahun ini bisa dijalankan semua, jadi gak akan bersambung lagi di tahun depan. Kaya sinetron Tersanjung aja dong kalo pake bersambung di tahun depan… Hihihihi… ^^

Resolusi 2016 Stella adalah:

  1. Semakin dekat dan mengenal Tuhan lebiiihhh…lagi.
  2. Kuliah harus berjalan lancar dan dapat nilai-nilai bagus.
  3. Tidak menunda pekerjaan atau apapun yang terlintas di pikiran (khususnya untuk tulisan artikel).
  4. Semakin bersemangat pelayanan.
  5. Menjadi berkat bagi keluarga dan orang-orang di sekitar agar nama Tuhan senantiasa dimuliakan.

Hemmmm…. Gak muluk-muluk kan..? Hehe.. Gw akan berusaha untuk mencapai kelima resolusi gw tahun ini. Tuhan menyertai gw senantiasa. Gw YAKIN itu..!!

Oya Tahun 2016 ini adalah The Year of Excellent Life (Tahun yang Unggul) menurut GBI Phileo, ayatnya dari Yohanes 10:10b –> “…; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Dan kemarin saat iseng cari ayat malah Tuhan kasih satu ayat dalam hati gw yaitu Yesaya 60:20 –> “Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam dan bulan yang tidak surut, sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu, dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.”

Pas banget kan kedua ayat itu..?? Tuhan selalu tahu yang terbaik buat gw. Semoga kalian juga merasakan berkat Tuhan senantiasa di tahun ini.

HAPPY NEW YEAR 2016, guyssss… ^^

Where the love never end

Merry Christmas 2015 & Happy New Year 2016

Secara masih dalam momen Natal dan bahkan tinggal 1 hari lagi menginjak tahun 2016. Time flies so fast.
Natal & Tahun Baru kali ini memang agak berbeda karena liburannya puannjaaannggg bangettt…sampe-sampe hampir semua orang yang merayakan dan tidak merayakan Natal pun juga udah ikutan libur. Gw salah satunya, orang yang merayakan Natal dan ikutan libur dengan pulang kampung ke Wonosobo. Kalo sekarang sih semua orang sudah tahu yang namanya Wonosobo berkat popularitas Dieng. Coba waktu jaman dulu, mana ada yang tahu wonosobo itu apa dan bahkan mereka juga gak menyadari letaknya di peta. Hahaha.. Kalo sekarang orang berlomba-lomba ke Wonosobo supaya bisa naik ke Dieng ngeliat “Si Kunir” alias matahari terbit. Sekarang tuh Wonosobo jadi suka macet dan panas.
Hemm.. tapi gw tetap menikmatinya selama disana. Yahh.. walaupun ga lama disana. Tapi banyak banget pelajaran yang gw dapet selama liburan.

Pertama yang gw pelajari adalah kalo mau pulang kampung jangan di hari liburan panjang karena semua orang juga pulang kampung sodara-sodara sehingga jalanan jadi super duper macetnya. Bahkan perjalanan gw yang biasanya 9-10 jam sekarang malah jadi 22 jam untuk perjalanan pergi dan 17,5 jam untuk perjalanan pulang. Beuhhh… alhasil yang diliat cuma jalanaaaannn doang kebanyakan. Trus dari malem ke pagi ke malem lagi lebih banyak di dalem mobil. Hadehhh… parah dah..

image

Dari malem ke pagi ke malem lagi masih di mobil ajah...

Ya.. gw tetap bersyukur bisa tetap melanjutkan perjalanan sampe Wonosobo dan perjalanan pulang dengan selamat. Hal kedua gw pelajari selama gw ada disana. Tujuan pertama gw ke sana adalah untuk mengunjungi kuburan Opa & Oma disana sekaligus ade gw dan bakal suaminya diperkenalkan secara resmi ke keluarga. Pas disana, sehari setelahnya kita sekeluarga pergi ke Jelegong (nama pemakaman disana) tempat Opa & Oma berisirahat dengan tenang selamanya. Disana sebenarnya bukan cuma ada Opa & Oma aja tapi hampir satu keluarga dari Kongcho dan Makcho dikubur disana. Opa & Oma udah lama tinggal di Jakarta dan bahkan menikah, berusaha, punya anak semua di Jakarta tapi pada saat mereka meninggal, mereka maunya dikubur disana. Opa udah sejak 9 tahun lalu, Oma udah sejak 7 tahun lalu. Mereka berdua adalah idola gw banget sampe sekarang. Pas nyampe sana yang gw liat adalah kuburan mereka banyak ditumbuhi tanaman liar artinya sudah lama banget gak dikunjungi. Gw memang udah 4 tahun ga balik sana tapi bonyok dan ade gw taun lalu sempet balik tapi memang biasanya kan ada ade-adenya Oma yang masih disana yang biasa ngurusin dan ngerawatin. Yah.. sebenernya cuma Mak’Ik Lian aja sih yang paling rajin ngurusin tapi sejak Mak’ik sakit 3 tahun yang lalu jadi udah jarang-jarang Mak’ik ke Bong.

image

Ini Opa & Oma

Selama disana gw berpikir kenapa Opa & Oma yang udah lama di Jakarta masih kepengen dikuburnya disana dan gw merasa bahwa Opa & Oma masih pengen kita yang di Jakarta inget sama Wonosobo, masih banyak saudara disana dan mengingatkan kami tidak sendiri. Keluarga Wonosobo yang lebih erat dari apapun selalu menunggu disana. Well.. senang menyadari hal-hal itu.

Ketiga, gw belajar dari Ku Kong Aan yang tinggal di Kroya. Banyumas ke dalem lagi namanya Kroya. Hampir deket ke Cilacap sih. Nah, jadi hari kedua setelah dari Bong tuh kita pergi makan seafood ke Kroya rencananya tapi karena disana ada Ku Kong Aan jadinya kita skalian mampir. Kemarin juga bareng Cong Ping yang tahu jalan. Waktu perjalanan menuju Pantai Jetis buat makan seafood kita lewatin rumah Ku Kong Aan trus pas Cong Ping mau tunjukin ke nyokap rumahnya Ku Kong, karena kita semua juga emang belom pada tahu, di depan rumah ada istrinya Ku Kong Aan atau yang gw panggil dengan sebutan Kim Po. Nah.. pas Cong Ping buka jendela dan kita lewat depan rumahnya Kim Po manggil-manggil suru mampir akhirnya Cong Ping turun dan bilang nanti bakalan mampir pas pulang.

image

Pantai Jetis.. what a great view.. 😍

Jadilah pas kita balik jam 6-an kita mengarah ke rumah Ku Kong Aan. Tapi ternyata sebelum itu Ku Kong udah telpon-telpon duluan memastikan kita harus mampir. Bener aja pas sampe di rumahnya eh.. si Ku Kong udah nungguin di depan rumah. Wahhh… terharu banget gak sih. Cong Ping bilang kalo Ku Kong Aan itu emang orangnya “nyedulur” banget (nyedulur=menjunjung tinggi persaudaraan). Hal ketiga yang gw pelajari adalah berhati “nyedulur” itu yang semakin hari udah semakin menipis karena gadget. Manusia makin individualis. Padahal saudara atau keluarga adalah hal terpenting dalam hidup. Mereka yang diciptakan untuk ditempatkan di sekitar kita sampai seumur hidup kita.

Hal keempat yang gw pelajari selama di sana datang dari Kim Po (istri Ku Kong Aan). Kemarin pas gw ada di rumahnya untuk pertama kalinya gw liat-liat foto yang ada disana dan pas gw liat foto wisuda anaknya mereka yang kedua, which is gw ga tau siapa namanya, Kim Po bilang: “Itu Ku Kong-mu lagi kenthir tuh pas wisuda anak keduanya. Kenthirnya itu lagi kabur sama perempuan lain itu. Tau anaknya wisuda dan mau married aja dari tetangga.” Well…saat itu sih smuanya ngakak ketawa-ketawa tapi gw ngebayangin gimana perasaan Kim Po waktu itu. Kecewa, sedih, stress, semua pasti jadi satu. Tapi setelah itu yang terjadi adalah Kim Po tetap menerima Ku Kong kembali ke rumah. Betapa hebatnya Kim Po. Yaahhh.. gw bersyukur gw bisa terlahir di keluarga yang wanita-wanitanya kuat dan hebat, terlebih lagi berhati besar dan mulia.

Welll… i’m very very grateful for thia family. From now, I just know about “Family is where love never end” sebab benar yang dikatakan dalam Alkitab, tepatnya di dalam 1 Korintus 13 : 4 – 7, yaitu:

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”

Terima kasih Tuhan atas banyaknya pelajaran yang Stella dapat. Terima kasih untuk keluarga ini, keluarga kecil dan keluarga besar.

Love them so much.

image

My Family.. 😘

SHE is My Hero . . .

wajahnya tak pernah berubah..
kecantikannya tidak pernah pudar..
kebaikkannya tak pernah hilang..
keluguannya tak pernah berkurang..

Ia yang ku sayang..
Ia yang mengahalau aral melintang..

Ia pahlawan ku..
Ia inspirasi ku..
Ia juga kebanggaanku..

Ia pertaruhkan nyawanya untukku 21 tahun yg lalu..
Ia terus berpikir agar aku bisa sekolah selalu..
Ia mengerjakan segala sesuatu untuk ku tanpa keluh..

Tangannya tak pernah lelah membangunkanku..
Telinganya tak pernah lelah mendengar keluh kesahku..
Matanya tak pernah lepas mengamatiku bahkan jadwal terkecilku sekalipun..
Mulutnya tak pernah berhenti menasihati ku..

Perhatiannya tak pernah lepas dari diriku..
Kasih sayangnya selalu menyertai aku..
Perbuatannya yg memperhatikanku bahkan hingga bekal sekolahku tak pernah lalu..
Peringatannya yang menjadi prinsip dasar hidupku..

Ia adalah pahlawanku..
Ia adalah inspirasiku..
Ia juga adalah kebanggaanku..

Kemarin, 22 Agustus 2010..
Ia tepat berusia 47 tahun..
Parasnya masih tetap sama..
Kulitnya pun masih cerah terlihat..

Hanya saja..

Tangannya tak lagi sekuat dahulu..
Kakinya tak lagi setangguh dahulu..
Lidahnya sedikit kelu..
Cara ia berpikir tak bisa lagi bertahan lama seperti dahulu..

Setahun telah berlalu..
Ini adalah ulang tahunnya yang kedua..
Ulang tahun ketika ia tak dalam keadaan sehat seutuhnya..

Gumpalan darah menghentikannya dari segala kerja kerasnya..
Sebuah gumpalan darah yang bersarang di kepalanya..

Mungkin..
Ia sudah mencapai batas terakhir kemampuannya untuk menjagaku..
Ia sudah terlalu lelah untuk menanggung semuanya sendirian..
Ia sudah terlalu letih untuk memikirkan kami..

Kini..
Giliranku untuk menjaganya..
Giliranku untuk berpikir bagi banyak orang..
Giliranku untuk ikut mengelola bagiannya..

Selamat ulang tahun, Mama..
Mama akan selalu jadi yang pertama dalam hatiku..
Jasa-jasa Mama atas ku tak akan kulupakan..
Perhatian dan kasih sayang Mama yang sama rata padaku dan adikku tak akan ku lupa..

Aku bahagia terlahir dr perempuan perkasa sepertimu..
Kini kurasakan beratnya bebanmu..
Juga kurasakan indah hari bersamamu lebih banyak..

Di tengah keadaanmu yang sekarang,
Tak pernah kulihat kau menyerah berjuang..
Kau selalu mencoba menjalankan fungsimu sebagai tonggak keluarga ini..
Bahkan kau masih tetap bangun sebelum aku berangkat bekerja..
Kau tetap menyediakan bekal makananku setiap pagi..

Kau lah motivasi ku di akhir perjuangan kuliah ku..
Kau tetap bersemangat demi aku dan studiku..
Kau membuat ku terharu saat kau berjuang melawan penyakitmu untuk wisudaku..
Aku mencintaimu Mama..

Kau lah pahlawanku..
Aku bangga dapat menjadi buah hatimu..
Ijinkan aku untuk dapat membalas semua jasamu..
Aku masih ingin membahagiakanmu walau keadaan sulit ini yang menghimpit kita..
Aku akan berjuang dan berusaha memberi yang terbaik untukmu..

Love u, Mama..

===> Di atas adalah catatan kecilku untuk Mama 5 tahun yang lalu di hari ulang tahunnya. Kemarin adalah hari dimana Indonesia merayakan Mother’s Day atau Hari Ibu. Buat ku sosok Mama masih tetap sama dengan yang tergambar pada puisi di atas. SHE is still My Hero and ALWAYS BE.. Bersyukur sekali memiliki mama seperti mama yang sekarang, tak pernah terbesit untuk bilang sama Tuhan minta ganti mama atau tukar tambah karena mama yang ini sudah sangat SEMPURNA bagiku.

mama

Terima kasih Tuhan untuk mama. Hanya satu pintaku, jagalah ia selalu.

 

27 tahun.. 9 hari..

Haiiii…..guys..
Hari ini tepat gw berusia 27 tahun 9 hari. Yup! Dua hari lalu gw baru aja bertambah usia di bumi dan berkurang usia di Kitab Kehidupan. Keren yaakkk… hihihi… Gegayaan pake bahasa Kitab Kehidupan, padahal mah usia yang berkurang juga paling cuma beberapa detik disana. 😁

Well.. Eniwei, gue mau berkisah tentang satu hal di pertambahan umur gue ini. Yaitu tentang BERSYUKUR. Gue sangat-sangat-sangat-sangat bersyukur banget bisa ada di dunia ini hingga sekarang. Kenapa? Jawabannya cuma 1 (satu) yaitu karena gue punya Tuhan yang hebat dan luar biasa seperti Tuhan Yesus. Perjalanan hidup gue gak mulus-mulus amat, selalu ada masalah dan tantangan. Ada jalan berliku, berputar, menanjak, menurun, dan bahkan ke dalam lembah. Tapi, walaupun begitu selalu ada “tangan” yang menopang dan membimbing gue melewati jalan itu.

Bersyukur banget karena di tahun ini gue masih bisa pelayanan di gereja dalam bentuk apapun. Gue masih bisa aktif dalam berbagai kegiatan pengajaran sekolah minggu khususnya. Gue masih bisa punya teman yang saling menguatkan dan saling mendukung satu sama lain. Gue masih bisa belajar menyesuaikan diri dengan teman sepelayanan. Gue masih bisa ditegur saat gue berbuat salah yang tidak gue sadari. Gue masih bisa bekerja dan berkarir di bidang HRD. Gue masih punya orangtua yang lengkap dan adik perempuan paling cantik satu-satunya yang gue miliki. Walaupun tahun depan gue akan sangat kehilangan sosok dia karena dia bakalan married duluan. Hemm… *hixxx

Satu lagi yang gue syukuri adalah gue bisa pindah kerjaan dari kerjaan lama sebagai HRD di salah satu perusahaan retail fashion ke tempat kerja gue yang sekarang sebagai konsultan. Namanya: INSAN people group. Nanti gue ceritain di postingan sebelah, karena sebenernya uda pengen cerita dari 3 bulan gue join disana tapi apa daya akika sibuk cyiinn.. hohohoho… 😜

Di kantor baru gue ini sangat berbeda dari sebelumnya.. gue harus bisa belajar banyak dan mengembangkan diri sendiri kalo gak mau kelindes jaman. Satu hal lagi yang gue syukuri gue bisa dapet kesempatan melanjutkan studi Pasca Sarjana gue tahun depan dengan dukungan dari kantor. Gue sangat berharap dan berdoa gue bisa lulus USM nya 12 Desember nanti. Well.. pada akhirnya semua balik lagi karena TUHAN. Tidak mungkin terjadi dalam hidup gue bisa kuliah lagi kalo bukan karena campur tangan Tuhan.

Gue sangat-sangat-sangat bersyukur. Terima kasih Tuhan untuk kasih-Mu dan penyertaaan-Mu sepanjang hidup Stella hingga bisa memasuki usia 27 tahun ini. Engkau sangat baik.. teramat baik bagiku.

Love you always, Jesus.. 😘