Kristen Dewasa . . .

Minggu, 09 Agustus 2015

Kata temen kantor gue kalo nulis di hari minggu itu gak banyak/gak ada yang baca (sekarang aja gak ada yang baca selain gue.. #curcol.. haha..).. Gapapa.. Soalnya paling leluasa kalo nulis tuh di hari minggu, bisa sambil guling-gulingan di kasur juga. Hahahahaha…

Well, tulisan gue kali ini mengarah ke kehidupan gue bergereja. So, maaf ya kalo ada pembicaraan agak berbau kristiani di sini. Jujur gue mau bilang kalo belakangan ini emang gue merasa kehidupan rohani gue lagi merosot. Gue merasa kurang nyaman berada di gereja. Gue merasa sendirian lebih tepatnya.

Berawal dari suatu siang dimana gue dan teman-teman lain yang terlibat dalam pelayanan sekolah minggu mengadakan rapat. Rapat yang awalnya mau ngomongin rencana acara kemerdekaan berubah menjadi rapat yang saling menghakimi, dan beruntungnya gue saat itu adalah gue yang menjadi subyek penghakiman (#saaahh…bahasanya.. haha..) Intinya mereka menyatakan ketidakpuasan mereka dalam acara Paskah di bulan April (which is it’s already two months ago..) yang sebagian besar gue yang handle. Gak gue juga sih, team kreatif lah, tapi karena tim kreatifnya waktu itu kurang kompak sehingga terlihat gue yang mendominasi. Yah… gue juga salah dalam beberapa hal tapi yang paling membuat gue kecewa adalah kenapa hal tersebut baru dibahas setelah dua bulan. Kalo gue salah kenapa gak langsung ditegur aja.. ya kan?

Puji Tuhan nya gue punya Ibu Gembala yang memang penuh dengan urapan dan kebijaksanaan. Saat itu memang tumben banget Ci Lola (Ibu Gembala) gue ikutan rapat, dan ketika tiga orang yang paling lama ada di gereja itu berkomentar tentang gue atau lebih tepatnya mengarah ke suasana yang memojokkan gue dimana semua kekecewaan dan kejelekan gue versi mereka dibuka di tengah forum, Ci Lola akhirnya menengahi pembicaraan. Gue merasa diselamatkan, tapi bagi mereka yang mungkin masih punya uneg-uneg seputar gue pasti masih merasa dongkol. Bukan gue gak mau di kritik, hanya saja caranya mereka itu salah. Gue merasa benar-benar dipermalukan di depan banyak orang dan hal itu adalah hal yang sudah lamaaaaa sekali berlalu.

Dann… karena kekecewaan itulah akhirnya gue merasa jadi gak semangat ke gereja, bertemu dan bertegur sapa lama-lama dengan mereka. Gue merasa malu. Gue merasa gue memang tidak diharapkan. Hal ini berlangsung hampir tiga minggu lamanya setelah kejadian itu. Gue banyak menarik diri dari setiap kegiatan-kegiatan yang ada, salah satunya termasuk dari ibadah YPM disana (ibadah Youth). Disana gue juga uda merasa ketuaan sih soalnya kebanyakan anak remajanya aja yang sekarang ada. So…akhirnya begitulah gue menjalani kehidupan bergereja gue disana selama tiga minggu.

Selepas itu, Ci Lola yang memang deket banget sama gue dan selalu memperhatikan gue berinisiatif untuk ajak gue ‘ngobrol’. Kenapa pake tanda kutip? Karena obrolannya adalah obrolan yang khusus mengarah ke perilaku gue belakangan tiga minggu terakhir. Gue berdalih dengan adanya kesibukan kerjaan tapi akhirnya keluar juga kalo gue memang ada rasa kecewa di sana. Ci Lola mencoba menasihati gue untuk tidak kecewa terlalu lama. Yah.. gue pun memang mencoba untuk bangkit lagi. Selama gue kecewa itu entah kenapa Firman Tuhan seperti memang untuk gue.

Sampai pada hari ini, dimana gue pelayanan untuk pegang multimedia, gue duduk di depan dekat dengan mimbar dan gue merasa hadirat Tuhan nyata sekali. Hari ini yang jadi MC-nya Ko Husin dan singernya Vivi, Ci Desy, dan Susi. Gue melihat mereka dan memperhatikan mereka, lalu dalam hati gue tiba-tiba berkata: “Mencintai gereja ini berarti mencintai orang-orang di dalamnya. Gereja bukan isinya orang benar semua.” Dan setelah itu makin banyak kata-kata yang beredar di hati dan kepala gue. Gue menjalani hari setengah sadar karena merasa terlalu banyak yang terngiang-ngiang di kepala gue.

Tapi gue bersyukur gue punya dua teman sepelayanan yang cukup dekat juga yang selalu mencoba untuk tetap ada dan mendukung gue. Thanks to Vivi dan Susi. Apalagi dengan adanya omongan Vivi hari ini yang mengingatkan gue dimana gue yang dulu selalu berkobar-kobar untuk Tuhan, untuk pekerjaan Tuhan. Lewat kejadian ini juga gue belajar untuk tidak terlalu fokus pada manusianya walau mereka juga berdampak besar dalam suatu komunitas gereja ini.

Ini loh yang namanya Vivi dan Susi. (foto paling bawah dari kiri ke kanan: Vivi, Stella, Susi)

Ini loh yang namanya Vivi dan Susi.
(foto paling bawah dari kiri ke kanan: Vivi, Stella, Susi)

Gue juga bersyukur gue punya senior di gereja yang gue merasa dia tetap merangkul gue dalam setiap keadaan gue, Ci Lola. Gue juga punya senior satu lagi yang supel banget dan nampak tak ada beban hidup, selalu mencoba membuat gue tertawa dan terlibat dalam keadaaan apapun, Kak Edward.

Nah ini Ci Lola yang pake kebaya samaan sama gue. (dari Kiri - Kanan: Abigail Gracia, Ci Lola, Stella, Karen)

Nah ini Ci Lola yang pake kebaya samaan sama gue.
(dari Kiri – Kanan: Abigail Gracia, Ci Lola, Stella, Karen)

Kak Edward dan Ci Santi

Kak Edward dan Ci Santi

Paling bersyukur lagi gue punya anak-anak sekolah minggu ‘Jesus Kids’ yang imut dan lucu-lucu yang harus gue layani dengan sepenuh hati serta menyebarkan suasana hati yang tulus dan ceria seperti yang mereka lakukan ke gue. Gue gak mau suasana hati gue yang hitam karena kekecewaan dan amarah jadi ke transfer ke mereka. Gue percaya adanya transfer roh soalnya, termasuk saat roh kekecewaan dan amarah ada, mereka paling kuat menurut gue.

Jesus Kids - Kelas Andreas (Infant Class)

Jesus Kids – Kelas Andreas (Infant Class)

Well, pada intinya gue bersyukur atas apa yang terjadi pada gue hari-hari belakangan ini. Gue banyak belajar hal-hal yang selama ini gak pernah gue sadari. Gue jadikan hal ini menjadi ‘ujian akhir kenaikan kelas’ Iman percaya gue. Gue memutuskan untuk mengikuti prosesnya dan gue menjadi naik kelas.

Kristen Dewasa itu WAJIB, bukan Pilihan !!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s