Harga Balon NAIK . . .

Senin, 27 Juli 2015

Hari ini hari pertama dimana semua orang kembali beraktivitas dari libur lebaran yang panjang. Masuk kerja hari pertama untuk banyak perusahaan ataupun untuk mereka yang baru saja selesai cuti. Hari pertama juga bagi anak-anak sekolah karena ini adalah awal Tahun Ajaran baru. Alhasil…..jalanan MACEEETTT…. banget. Hufttt… Jakarta kembali. Motor tambah banyak aja kayanya.

Hemm… Macet sih udah pasti dan memang akan begitu adanya. Kali ini makanya gue gak mau ngebahas soal macet-nya. Udah biasa..! Hari ini gue menemukan satu fenomena unik dan ajaib yang hanya bisa kita temukan di Indonesia. It’s all about OSPEK..!!

Ospek atau bahasa kerennya Masa Orientasi Siswa adalah ajang dimana senior bisa berkuasa atas juniornya kalo versi di Indonesia. Hari dimana bisa pake ornamen atau aksesoris-aksesoris aneh bin ajaib serta memalukan selama di dalam lingkungan sekolah. Bawa balon warna-warni ke sekolahan kaya anak TK. Makanya khusus hari ini balon yang biasa harganya Rp 1000,- bisa jadi Rp 5.000,-. Dan herannya, tu tukang balon tahu aja lagi kalo hari ini hari Ospek dan perlu balon. Subuh-subuh mereka uda pada mangkal. (Well… itu sih yang terjadi di sekitar rumah gue..)

Gue juga pernah merasakan hal-hal itu. Pake baju putih-putih, duduknya di aspal. Pake pita warna-warni dan dikuncir banyak-banyak, dikalungin karton dengan foto kita terpampang disana, nenteng tas jelek yang isinya buku dan pen buat minta tanda tangan senior. Jalan nunduk-nunduk kalo ada senior. Dikasih nama panggilan aneh.

Sekarang, kalo gue pikir lagi hal itu apa perlu yah? Buat apa yah manfaatnya? Katanya sih supaya bisa mandiri dan mengetahui bahwa hidup semakin tinggi semakin banyak tantangan dan tekanan. Tapi, apa semua itu benar-benar tergambar dengan baik? Secara ospek kan cuma tiga hari, belajar mandiri prosesnya lama lah.

Kalo kita lihat OSPEK yang ada di luar negeri sepertinya tidak memerlukan banyak atribut dan peralatan. Gue pernah baca di salah satu media sosial tentang OSPEK yang terjadi di Singapura. Kisah tentang seorang Indonesia yang sedang menunggu MRT di Singapura melihat segerombolan anak-anak NTU (Nanyang Technological University), salah satu universitas di Singapura, dengan satu orang senior yang sepertinya sedang mengawasi mereka. Peserta gerombolan tersebut menyebar ke berbagai penjuru namun dalam jarak yang tidak terlalu jauh dan saling memberikan “toss”/hi-five. Termasuk kepada orang Indonesia yang menceritakan kejadian ini lewat akun media sosialnya. Si orang Indonesia bertanya kepada anak-anak NTU untuk apa mereka melakukan hal itu? Mereka menjawab bahwa mereka sedang mengikuti masa orientasi di kampus baru dengan tugas mereka harus membuat 30 orang bahagia atau minimal mereka membuat orang lain tersenyum melihat mereka.

Wahh… beda banget kan OSPEK di luar negeri dan di dalam negeri sendiri? Ada juga yang OSPEK nya disuru presentasiin suatu project atau apa gitu. Mereka jadi bisa belajar berani dan belajar menjadi pemimpin melalui kegiatan-kegiatan tersebut. Hemm… gue pengen banget mereka yang melakukan ospek memiliki pemikiran seperti itu demi kemajuan generasi kita juga. Jangan jadi generasi yang senang saat ditindas atau berada di bawah seniornya. Generasi yang cuma tahu disuruh tanpa punya inisiatif.

Jaman kan berubah, gaya OSPEK nya juga berubah dong harusnya.. Betul tidak..??

– TellaTella –

ospek SMAN

Ospek masuk SMA disuru pake baju SMP . .

 ospekbeda

mos ceria

Orang lagi dikerjain dia malah seneng.. ckckckck…

Advertisements

One thought on “Harga Balon NAIK . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s